Kalimat “ngopi dulu biar waras” pasti sering kamu dengar saat nugas bareng. Kopi sudah jadi bagian dari gaya hidup mahasiswa, mulai dari penyelamat kelas pagi sampai teman begadang mengejar deadline tapi secara ilmiah, ngopi itu beneran bikin produktif atau cuma sugesti?

Fakta Ilmiah di Balik Kafein
Efek melek setelah minum kopi itu nyata. Kopi mengandung kafein yang bekerja menghambat adenosin, yaitu zat kimia di otak yang memicu rasa kantuk.
Ketika rasa kantuk dihambat, hormon dopamin akan meningkat. Hasilnya, kita merasa lebih terjaga, fokus, dan berenergi. Penelitian dari Johns Hopkins University bahkan menyebutkan bahwa kafein dosis wajar bisa meningkatkan daya ingat jangka panjang dan kewaspadaan hingga 12%. Cocok banget untuk modal menghafal materi kuliah atau persiapan ujian.

Tapi, Ada Batasannya!
Meskipun bermanfaat, konsumsi kopi berlebihan justru bisa jadi bumerang. Kadar kafein yang terlalu tinggi bisa memicu cemas berlebih, jantung berdebar, hingga insomnia.
Batas aman harian adalah maksimal 400 mg (sekitar 3-4 cangkir kopi standar). Kalau fisikmu sensitif dan gampang gemetaran setelah minum kopi hitam, sebaiknya pilih kopi susu ringan. Selain itu, kurangi kopi saset yang tinggi gula karena bisa bikin energi drop drastis (sugar crash) setelah efek kafeinnya habis.

Kesimpulan
Ngopi saat belajar terbukti punya manfaat ilmiah untuk mendongkrak produktivitas, asal kamu tahu batasan tubuh sendiri. Pilih kopi berkualitas rendah gula, atur waktu belajarmu dengan baik (misalnya pakai teknik Pomodoro), dan pastikan tetap cukup tidur agar kafein bisa bekerja secara efektif di otakmu.

Nama: Septia Deriska
NPM: D1E023021
Kelas: Ilmu Komunikasi (A)
Nama Portal Berita: mahadig.com

cek info lengkapnya:

(tiktok) https://vt.tiktok.com/ZSxDyCVsh/
(instagram) https://www.instagram.com/reel/DYnDFs9yXtm/?igsh=bmxpMWprMm5zMndh

By Ver

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *