SAMARINDA – Penelitian dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Mulawarman menunjukkan bahwa stres menjadi gangguan kesehatan mental paling banyak dialami mahasiswa di Samarinda. Dari 275 mahasiswa yang diteliti, sebanyak 58,9% mengalami stres, 38,5% mengalami kecemasan, dan 32,7% mengalami depresi.
Mahasiswa perempuan tercatat lebih rentan mengalami gangguan mental dibanding laki-laki. Selain itu, mahasiswa semester akhir menjadi kelompok paling rentan mengalami stres akibat tekanan skripsi, tuntutan lulus cepat, dan kekhawatiran masa depan.
Sementara itu, mahasiswa baru lebih sering mengalami depresi dan kecemasan karena kesulitan beradaptasi dengan lingkungan kampus dan sistem pembelajaran yang baru.
Peneliti menyebutkan bahwa masalah kesehatan mental dipengaruhi oleh beban akademik, tekanan ekonomi, hingga penggunaan media sosial berlebihan. Kondisi ini dapat berdampak pada menurunnya prestasi akademik hingga risiko putus kuliah.
Karena itu, kampus diharapkan menyediakan layanan konseling, program manajemen stres, serta lingkungan belajar yang lebih suportif bagi mahasiswa.
Nama :Duamaiyanti Putriani
Npm : D1E023005
Kelas : Ilmu komunikasi 2023 / A
Nama Portal Berita : Mahadig.com
Selengkapnya :
https://www.instagram.com/reel/DYmq2jyC8_u/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=NTc4MTIwNjQ2YQ==

