Mahasiswa dari jurusan yang berbeda memiliki pengalaman perkuliahan yang tidak sama. Perbedaan tersebut terlihat dari aktivitas akademik, jenis tugas, hingga tekanan yang dihadapi selama kuliah. Hal itu terlihat dalam perbandingan kehidupan mahasiswa Program Studi Teknologi Laboratorium Medis (TLM), Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Ilmu Komunikasi.

Mahasiswa TLM identik dengan kegiatan laboratorium dan praktikum. Dalam aktivitas kuliah sehari-hari, mereka lebih sering berhadapan dengan sampel dan mikroskop serta dituntut teliti dalam melakukan identifikasi data laboratorium. Kesalahan kecil dalam proses praktikum dapat berdampak pada hasil diagnosa sehingga mahasiswa harus fokus dan berhati-hati selama kegiatan akademik berlangsung.

Sementara itu, mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia lebih banyak berkaitan dengan literasi, analisis, serta presentasi akademik. Tugas yang sering dikerjakan berupa analisis karya, makalah, hingga presentasi di depan kelas. Proses pembelajaran di jurusan ini juga menuntut kemampuan berpikir kritis dan komunikasi yang baik.

Di sisi lain, mahasiswa Ilmu Komunikasi identik dengan dunia media digital dan produksi konten. Aktivitas perkuliahan sering melibatkan pembuatan video, desain, fotografi, hingga pengelolaan media sosial. Deadline editing video dan produksi konten menjadi tantangan yang paling sering dihadapi mahasiswa jurusan ini.

Perbedaan tersebut juga terlihat dari kalimat yang paling sering didengar mahasiswa di kelas. Mahasiswa TLM akrab dengan instruksi seperti “jangan lupa labeling”, mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia sering diminta “menganalisis lebih dalam”, sedangkan mahasiswa Ilmu Komunikasi dituntut untuk membuat karya “sekreatif mungkin”.

Selain itu, aktivitas begadang mahasiswa juga dipengaruhi jenis tugas masing-masing jurusan. Mahasiswa TLM lebih sering begadang karena laporan praktikum, mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia karena tugas analisis, sedangkan mahasiswa Ilmu Komunikasi karena proses editing video dan produksi konten digital.

Fenomena ini menunjukkan bahwa setiap jurusan memiliki tekanan akademik yang berbeda. Penelitian mengenai beban tugas akademik pada mahasiswa menunjukkan bahwa tekanan tugas dan tuntutan perkuliahan berpengaruh terhadap tingkat stres mahasiswa.

Selain itu, penelitian tentang pembelajaran berbasis presentasi juga menemukan bahwa mahasiswa mengalami tekanan akademik akibat tugas presentasi dan tuntutan komunikasi akademik yang tinggi.

Di era digital, penggunaan media sosial dan produksi konten juga menjadi bagian dari aktivitas akademik mahasiswa, khususnya pada bidang komunikasi dan media. Penelitian menunjukkan bahwa media sosial memiliki pengaruh terhadap pola komunikasi dan aktivitas akademik mahasiswa.

Meski memiliki aktivitas dan tantangan yang berbeda, mahasiswa dari berbagai jurusan tetap menghadapi kesamaan berupa tuntutan tugas, deadline, serta tekanan akademik selama menjalani perkuliahan.

Nama: Erika Lorenza Rosa
NPM: D1E023047
Kelas : Ilmu Komunikasi 2023 / A
Nama Portal Berita : Mahadig.Com

Selengkapnya : https://x.com/MAHADIG_ID/status/2057509153149763748?s=20

By Ver

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *